Kualifikasi Piala Dunia 2018 pun Koscielny Masih Diandalkan

February 5, 2019 0 By eddye

Paurent Kosciely mengumumkan purna tugas dari Tim Nasional Perancis. Pernyataan tersebut disampaikannya lewat stasiun Canal+ pada Minggu (14/09). Sejak menjalani debutnya pada November 2011, Koscielny rutin menerima panggilan berdasarkan para ketua instruktur Les Bleus—menurut Laurent Blanc hingga Didier Deschamps. Pada kualifikasi Piala Dunia 2018 pun Koscielny masih diandalkan menjadi pemain utama, terbukti dari bermain penuh dalam 8 dari 10 pertandingan Perancis. Cedera otot Achilles yg dideritanya dalam laga leg dua semifinal Liga Europa, kurang berdasarkan sebulan dari hari pembukaan Piala Dunia 2018, menciptakan namanya tak disertakan pada Tim Nasional Perancis yang bertolak ke Rusia. Pemain yg telah mempunyai 51 penampilan bersama Tim Nasional Perancis tersebut pun tergantikan perannya oleh bek muda andalan Barcelona, Samuel Umtiti.

Pada 2017 Koscielny telah berencana purna tugas berdasarkan tim nasional sesudah Piala Dunia 2018. Kegagalan ikut dan pada Rusia, ditambah keberhasilan Perancis menjuarai Piala Dunia, membuatnya semakin yakin buat mundur. Saya pikir kemenangan itu membuat saya jauh lebih menderita secara psikologis daripada cedera saya,” ungkapnya. “Saya pikir aku sudah menaruh tim Perancis apa yang aku bisa. Bagi saya, cedera aku nir membarui apa pun. Saya akan selalu menjadi pendukung tim Perancis, namun yg niscaya aku tidak akan mengenakan jersey biru lagi. Sejak tekel keras Diego Costa mendarat di kakinya, Koscielny langsung menyadari bahwa cedera yg dideritanya cukup parah & proses penyembuhan akan memakan waktu yang usang. Ketika aku terjatuh, aku berpikir ini karena Diego Costa yg sudah menekel saya. Namun, tidak sepenuhnya. Saya melihat sekeliling aku & aku sendirian. Saya segera memahami bahwa aku cedera. Rasa sakitnya tidak normal,” ujar Koscielny, mengutip dari situs judi bola online.

Pasca peristiwa tersebut Koscielny nampak lebih damai dari yg telah-sudah. Dirinya merasa bahwa Perancis mempunyai poly pemain potensial buat berbicara lebih lantang di kancah internasional. Selalu terdapat akhir menurut segala-galanya. Sudah saatnya saya pergi pada usia saya yg menginjak 33 tahun ini,” ujarnya dikutip melalui FourFourTwo. Namun ada sesuatu yg mengganjal bagi Koscielny. Dia berpendapat bahwa instruktur dan pemain lainnya misalnya mempunyai jarak dengannya waktu sedang mengalami pemulihan cedera.

Banyak yg mengecewakan saya. Tidak hanya instruktur. Rasa tadi seperti dipukul di bagian ketua belakang. Anda akan memiliki banyak sahabat ketika dalam syarat yg baik. Ketika nir, anda akan dilupakan buat waktu tertentu,” tuturnya. Didier Deschamps hanya sekali menjalin kontak menggunakan aku , itu pun hanya mengucapkan selamat ulang tahun pada bulan September. Sisanya nir pernah. “Sekarang saya telah mempunyai keadaan pemikiran yang baru, akan ada Laurent Koscielny yg baru. Saya akan fokus kepada Arsenal, aku ingin cepat sembuh dan pulang bertarung.”